Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

MATINYA HATI

Kamis, 10 Maret 2011


Sobat ....
Hati-hatilah dalam menjaga HATI kita...
Biarkan HATI kita HIDUP dan berCAHAYA sepanjang masa...
Jangan sekali-kali memBUNUH hati kita secara perlahan - lahan...!
Bagaimana kita memBUNUH HATI kita sendiri secara perlahan - lahan ?
Menurut Ibrahim bin Adham, Kita akan meMATIkan HATI kita secara perahan-lahan dengan hal-hal berikut :
READ MORE - MATINYA HATI

Jaga Mulutmu

Sabtu, 12 Februari 2011


Sobat...
Ada suatu kisah seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, dengan hikmah ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.

Hari pertama anak itu telah melakukan 32 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memaku paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahukan ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya.

Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar.
“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya”

“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu dan perbuatanmu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain”

Sahabat...
AMARAH adalah suatu FITRAH yang ada dalam diri manusia
Tetapi bila kita TIDAK meLUAPkannya...
Maka itu adalah lebih UTAMA...
Karena luapan kemarahan hanya akan MENYAKITI orang lain yang akan 'terus MEMBEKAS'
Dan menjadi 'PENYESALAN' diri kita...

”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134)

Seorang lelaki datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan” (HR. Thobrani, Shohih)

Sobat...
Jagalah MULUTmu...
Seperti menjaga KEMALUANmu !
Karena keBANYAKan penduduk NERAKA...
Bukan hanya orang yang tidak bisa menjaga KEMALUANnya...
Tetapi juga orang yang tidak bisa menjaga MULUTnya *.

"Perkara yang paling BANYAK mengANTARkan orang masuk ke NERAKA
adalah MULUT dan KEMALUAN." (HR. Tirmidzi)

"Barang siapa berIMAN kepada ALLAH dan HARI AKHIR...
Maka berKATAlah yang BAIK atau DIAM." (HR. Bukhori-Muslim)
READ MORE - Jaga Mulutmu

ANGKA 0 DAN ANGKA 1

Jumat, 21 Januari 2011


Cobalah sebutkan angka terbesar yang kita ketahui, dan
kalikanlah dengan angka Nol, kita akan mendapatkan
hasil selalu Nol.
Cobalah sebutkan angka terkecil yang kita ketahui, dan bagilah
dengan angka Nol, kita akan mendapatkan hasil tidak terhingga.
Sedang angka 1, berapapun angka yang kita sebutkan, dibagi
ataupun dikali hasilnya selalu sama dengan bilangan itu sendiri.
Angka Nol adalah representasi dari KEIKHLASAN. KEIKHLASAN
selalu membawa/ membuahkan KEBERKAHAN.
Angka Satu adalah representasi kebalikan dari KEIKHLASAN. Dan
KETIDAK IKHLASAN tidak pernah membawa keberkahan.
Manusia dengan kehidupannya, pada awalnya dan masa kanakkanaknya
berada pada posisi angka Nol. Semakin dewasa,
dengan segala pengalaman hidupnya dia akan bergerak naik
turun ke arah 1 atau ke arah 0.
Orang yang mengikuti hawa nafsunya, akan semakin mendekati
ke angka 1. Pada saat mencapai angka 1, dia akan menuhankan
dirinya. Dia akan merasa bahwa dunia sudah digenggamnya
dan itu atas usaha dan jerih payahnya. Tampak sekali
kesombongan selalu muncul dari tingkah lakunya.
Orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya, dia akan
bergerak ke arah Nol, menuju ke fitrahnya kembali. Orang
seperti ini selalu rendah hati (bukan rendah diri), selalu tawadlu,
berserah diri dan bertawakal, baik pada saat diberi kelebihan
maupun kekurangan.
Dari sisi rizki, orang yang berada pada angka 1, apabila misalnya
mendapatkan rizki Rp. 1.000.000,-, maka itulah uang yang
diperolehnya, tidak lebih dan tidak kurang. Nilai keberkahannya
adalah 1 juta rupiah dibagi 1 sama dengan 1 juta rupiah.
Orang yang berada pada angka 0, apabila misalnya
mendapatkan rizki Rp. 1.000.000,-, maka nilai keberkahannya
adalah tak terhingga. Berapapun rizki yang diperoleh, dia
mendapatkan rizki yang berkah tidak terhingga. Orang dengan
angka Nol ini derajat keikhlasannya sudah tertinggi, sehingga
berapapun yang diperoleh, selalu dapat mencukupi dirinya,
bahkan mampu menolong orang lain.
Orang dengan angka 0 hanya terdapat pada para Nabi.
Semakin ikhlas seseorang, semakin mendekat ke arah 0.
Misalnya 0.2, maka nilai keberkahannya adalah 1 Juta dibagi 0.2
= Rp 5.000.000,-
Sebaliknya, pada saat orang mendapatkan halangan dan
cobaan. Orang-orang yang ikhlas, yang memiliki angka 0,
berapapun bilangan halangan dan cobaannya, dikalikan dengan
0 akan sama dengan 0. Dia tidak pernah merasakan beban
apapun terhadap halangan dan cobaan yang menimpanya.
Sedangkan pada orang yang berbilangan 1, dia akan merasakan
sakit, stress dan bahkan sakit jiwa atau berputus asa, karena dia
selalu merasakan gejolak jiwa sesuai dengan besar dan kecilnya
cobaan.
Itulah keikhlasan yang terkait dengan keberkahan. Keikhlasan
adalah dari hati, dan hanya hati kita sendiri dan Allah saja yang
mengetahui.
Maka, seorang penjual es keliling yang menyumbangkan Rp
2.000,- ke kotak Masjid secara ikhlas, sangat jauh nilainya di
depan Allah dibanding dengan seorang Jutawan yang
menyumbangkan uang Rp 1 Juta ke kotak Masjid karena niat
yang lain.
Untuk itu, setiap manusia perlu mengupayakan kembali atau
mengarah ke titik Nol. Maka akan diperoleh ketenangan dan
kecukupan yang telah dijanjikan Allah.

=========================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 2. Hal. 279-281. ISBN 978-6028-686-938.
READ MORE - ANGKA 0 DAN ANGKA 1

TAKLUKAN DIRI SENDIRI

Senin, 03 Januari 2011



Selama kita masih dibodohi oleh KEINGINAN-KEINGINAN,

Selama itu pula kita tidak akan mendapatkan kebahagiaan.



Kita harus mampu menaklukkan diri sendiri,

Dari perbuatan yang menghinakan diri

Dari KEBANGGAAN SEMU dengan banyaknya harta



Musuh yang paling besar adalah diri kita sendiri

Benteng hitam yang paling kokoh adalah nafsu

Yang bersemayam di dalam dada ini



Taklukkan diri sendiri niscaya akan dapat menaklukkan dunia

Perangi hawa nafsu niscaya akan mendapat kemenangan



Apabila syetan telah menggerogoti dada,

Memompa nafsu,

Menggerayangi kalbu,

Sehingga menjadi takut dan was-was dengan KEMISKINAN,

Maka segeralah berlindung kepada Sang Pencipta



“Dan jika kamu ditimpa suatu godaan syetan , maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mendengar dan maha mengetahui” (QS AL’Araaf (7) :200)



Tekan segala keinginan yang kurang bermanfaat;

Perteguh hati dengan perbuatan-perbuatan yang baik;

Dan benahi hati dari dendam kesumat, iri dan dengki

Hilangkan rasa bangga terhadap diri sendiri dan merendahkan orang lain.



Ketuklah pintu Rab-mu ketika marah, membenci sesuatu,

jiwa tergoncang dan jiwa labil..

Ikhlaskan dan bertawakkallah kepada-Nya



“...Dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah (zikrullah). ingatlah hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tentram (QS Ar-Ra’d (13) : 28)



Allah-lah mata air ketentraman batin.

Nafsu menjadi dingin dengan melakukan perintah-NYA

Mata menjadi sejuk dengan ber”tamu” kepada-NYA saat malam tiba;



Dengan bertakwa kepada-NYA

Keresahan berubah menjadi kesenangan.



Hanya dengan mengingat-NYA ,

Kita akan mampu menekan hawa nafsu, egoisme dan kecongkakan diri

dan berhenti dari kemaksiatan.



"Yaitu orang-orang yang apabila mereka berbuat dosa dan menganiaya diri mereka sendiri, mereka segera ingat Allah dan langsung memohon ampun atas dosa-dosanya dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa tersebut." ( QS Ali Imran : 135)



Dengan menaklukkan diri sendiri

Kita telah terbebas dari penjara kesengsaraan,

Telah terhindar dari jalan yang berlubang

Telah menyingkir dari badai yang menggulung,

Telah terbebas dari penyakit hati, dan

Telah lepas dari ikatan kita dengan syetan

Seperti camar yang menari diatas awan.

Ia jauh dari pemangsa

Dan berbahagia di lengkung indahnya pelangi.



Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.

Dia bagaikan tali tali rantai

Yang mengikat tawanan dengan kekuatan besinya.

Hanya dengan melepaskan diri darinya,

Hidup kita akan menjadi sentosa

Sebab tidak akan ada lagi yang mengikat kita

Untuk terbang menuju kebahagiaan hakiki.



Jadilah seperti mawar

Jangan seperti benalu yang tidak berharga,

Jangan seperti debu yang tidak bernilai,

Jangan seperti batu yang terinjak-injak dijalanan.



Jadilah keras seperti intan

Yang bersemayam di persembunyiannya yang kokoh

Yang hanya keluar untuk sang Pemilik-Nya

Kemurnian intan selalu terjaga,

Kesejukan sinarnya melebihi embun pagi diujung daun

Lekukan wajahnya kian memancarkan ketenangan

Namun dia kokoh melebihi bebatuan....



Jangan sampai cahayamu padam

Karena sebuah bola api yang kecil

Karena seekor serangga yang haus,

Bola api dan serangga bukanlah halangan

Untuk tetap melebarkan sayap keindahanmu

Jangan sampai kesulitan hidup membuatmu menyerah!



Jika ingin hidup...

Maka kehidupan itu berada ditengah-tengah bahaya,

Maka kehidupan itu akan penuh dengan kesulitan

Janganlah menghindar darinya...

Atasilah kesulitan-kesulitan itu.

Kesulitan selalu merupakan berkah yang tersembunyi

Karena akan mendatangkan yang terbaik.



Tidak ada jalan lain yang harus kita lewati

Selain jalan menuju Rahmat-NYA.



Tidak ada pintu yang kita ketuk

Saat seluruh pintu manusia tertutup untuk kita,

Kecuali Pintu-Nya.



Tiada tali yang kuat tuk tempat bergantung

Selain tali-NYA



Dan tidak ada karunia yang kita harapkan,

Kecuali karuniaNYA



YA Allah ..

Ya Rahman ...

Ya Rahim...

Ya Tuhan kami..

Hati kami telah lelah,

Tenaga kami telah terkuras

Airmata telah melelehkan semangat kami,

Langkah kamipun telah gontai

Dan bumi tempat kami berpijakpun telah bergoyang.



Ya Allah yang sinar-Mu memenuhi Timur dan Barat,

Terangilah pula kiranya hati kami

Dan bersihkan airmata kami dengan kesabaran dan ketenangan

Angkatlah Hijab kesulitan yang membuat airmata kami menetes

Lupakanlah ingatan kami akan awan hitam yang melekat

Dan ringankanlah langkah kami yang gontai ...

Menuju ampunan dan keridloan-Mu



Ya Allah sempurnakanlah sinar-Mu

Tunjukilah dan bimbinglah kami,

Besarlah rasa maaf-Mu,

Maafkanlah dosa-dosa kami

Hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami

Bagi-Mulah segala puja dan puji....
READ MORE - TAKLUKAN DIRI SENDIRI

BUNGKUS GODAAN SYETAN DENGAN KETAATAN

Minggu, 19 Desember 2010




DR. Musthafa As-Siba’i rahimahullah berkata:

Saya TIDAK MENGKHAWATIRKAN diriku digoda oleh syetan melalui MAKSIAT secara TERBUKA…
Akan tetapi saya KHAWATIR setan datang kepadaku dengan membawa maksiat yang DIBUNGKUS dengan baju KETAATAN :


1. Menggodamu dengan wanita dengan alasan kasihan kepadanya …


2. Dan menggodamu dengan dunia dengan alasan agar tidak menjadi korban gonjang-ganjingnya..


3. Dan menggodamu untuk berkawan dengan orang-orang buruk dengan alasan demi memberi petunjuk kepada mereka..


4. Dan menggodamu untuk bersikap munafik kepada orang-orang zhalim dengan alasan ingin mengarahkan mereka..


5. Dan menggodamu untuk mempublikasi keburukan lawan-lawanmu dengan alasan demi melakukan amar ma’ruf nahi munkar..


6. Dan menggodamu untuk memecah belah jama’ah dengan alasan lantang menyuarakan kebenaran..


7. Dan menggodamu agar tidak memperbaiki orang lain dengan alasan sibuk memperbaiki diri sendiri..


8. Dan menggodamu untuk tidak beramal dengan alasan ini sudah menjadi takdir..


9. Dan menggodamu untuk tidak menuntut ilmu dengan alasan sibuk beribadah..


10. Dan menggodamu untuk meninggalkan sunnah dengan alasan mengikuti orang-orang shalih..


11. Dan menggodamu agar otoriter dengan alasan demi tanggung jawab di hadapan Allah..


12. Dan menggodamu untuk berbuat zhalim dengan alasan demi memberikan kasih sayang kepada mereka yang terzhalimi..



Wa Allahu al-A’lam bi al-Shawab.
Semoga bermanfaat.
Sumber : Risdiana nana "s note
READ MORE - BUNGKUS GODAAN SYETAN DENGAN KETAATAN

Hidup Terus Berputar

Senin, 13 Desember 2010


Semua orang tahu HIDUP itu SINGKAT,
Namun…
Berapa banyak yang bisa MENGHARGAI atau MENYAYANGI HIDUP,
MENJALANI HIDUP DIRI SENDIRI dengan BAIK ?

Banyak orang yang sewaktu akan meninggal,
Kerap merasa MENYESAL terhadap
APA yang DILAKUKANNYA SEPANJANG HIDUPNYA,
Merasa diri ini hidup SIA-SIA,
Seandainya bisa KEMBALI membuka LEMBARAN BARU,
Kita pasti ingin menjalani HIDUP yang BERBEDA Sama Sekali.

Namun kini segalanya sudah TERLAMBAT,
Malaikat Pencabut Nyawa sedang Mengetuk Pintu,
Waktu yang Tersisa Tinggal Sedikit,
Tiba-tiba kita baru MENYADARI dirinya BELUM PERNAH HIDUP.
READ MORE - Hidup Terus Berputar

TIPS agar SABAR dan IKHLAS menerima KENYATAAN (2)

Senin, 15 November 2010

Baca dulu sebelumnya KLIK DISINI


LANJUTAN....

8. BerIMAN bahwa UJIAN adalah bentuk KASIH SAYANG Allah kepada Hambanya, karena SURGA harus diperoleh dengan JIHAD (keSUNGGUHan) dan keSABARan.

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan keBAIKan maka ditimpakan UJIAN padanya.” (HR. Bukhari)

“ Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menCINTAi suatu kaum Allah mengUJI mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)
READ MORE - TIPS agar SABAR dan IKHLAS menerima KENYATAAN (2)

TIPS agar SABAR dan IKHLAS menerima KENYATAAN (1)

Sabtu, 06 November 2010



Sahabatku ...
Pernahkah mengalami MUSIBAH atau COBAAN yang sangat menSAKITkan?
Mungkin suami/istrei/anak Anda sakit yang tidak bisa disembuhkan atau bahkan meninggal, atau Anda di-PHK (kerja atau cinta), bisnis bangkrut, suami/isteri selingkuh, bercerai, suami tidak mau memberi nafkah, isteri yang tidak taat, sauadara, teman atau tetangga tidak mau menyapa, orang tua, suami, teman yang zhalim, dsb.
Apakah Anda ingin SABAR dan RIDLO menerima setiap keNYATAan,
serta tetap bisa TERSENYUM dan berbuat BAIK kepada mereka,
dan tetap berSYUKUR kepada Allah atas keNYATAan tersebut ?

Bila Anda bisa melakukan seperti itu...
berarti Anda telah melakukan hal yang menTAKJUBkan.
Karena Rasulullah bersabda dari Suhaib r.a.,

“Sungguh menTAKJUBkan perkaranya orang yang berIMAN, karena SEGALA URUSANnya adalah BAIK baginya. Dan hal yang demikian itu TIDAK AKAN terdapat KECUALI HANYA pada orang MUKMIN; yaitu jika ia mendapatkan keBAHAGIAan, ia berSYUKUR, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang TERBAIK untuknya. Dan jika ia tertimpa MUSIBAH, ia berSABAR, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal TERBAIK bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Sahabatku ...
Dari hadits di atas ternyata TIPS-nya satu, yaitu menjadi manusia berIMAN
Tetapi beriman yang seperti apa sahabat?
Yaitu menjadi orang yang berIMAN dengan 6 RUKUN IMAN (berIMAN kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitabNya, Rasul-rasul-Nya, Taqdir-Nya dan Hari Akhir) dan berIMAN dengan hal-hal berikut :

• 1. BerIMAN bahwa hidup di DUNIA adalah SEMENTARA, bukan sebenarnya keHIDUPan dan AKHIRAT itulah keHIDUPan yang sebenarnya dan KEKAL.
Sehingga kita akan berSABAR untuk menjalani keHIDUPan yang SEMENTARA dan menanti keHIDUPan yang KEKAL ABADI.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan DUNIA itu hanyalah perMAINan dan suatu yang meLALAIkan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan DUNIA ini tidak lain hanyalah keSENANGan yang MENIPU ?” (QS Al-Hadiid: 20)

“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) SEHARI atau ½ HARI, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan SEBENTAR saja, kalau kamu mengetahui dengan sesungguhnya.' Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menCIPTAkan kamu secara MAIN-MAIN (saja), dan bahwa kamu tidak akan diKEMBALIkan kepada Kami?” (QS Al-Mu'minuun: 112-115)

• 2. BerIMAN bahwa hidup di DUNIA adalah TEMPAT UJIAN (dengan keBURUKan dan keBAIKan ) dan akan diMINTA perTANGGUNGJAWABannya (kewajiban) masing-masing.
Sehingga kita akan SIAP hidup susah (yang tidak sesuai dengan keinginan ) dengan penuh pengorbanan, kita akan IKHLAS (karena Allah bukan karena orang yang kita BENCI) tetap bisa TERSENYUM dan berbuat BAIK kepada orang yang menZHALIMi kita. Kita akan bisa mempunyai kePRIBADIan seperti para Nabi dan Rasul.

”Dialah yang menJADIkan MATI dan HIDUP, supaya Dia mengUJI kamu, siapa di antara kamu yang LEBIH BAIK amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Mulk : 2)

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengUJI kamu dengan keBURUKan dan keBAIKan sebagai COBAAN (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan." (Qs. al-Anbiya': 35).

"Tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari Kiamat selain kebaikan akhlaknya". (HR. Tirmidzi)

”Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. ” (QS Al Qalam : 4)

• 3. BerIMAN bahwa semua yang terjadi telah TERTULIS dalam KITAB di LAUH MAHFUZH.
”Tiada suatu BENCANA pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah TERTULIS dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) SEBELUM Kami menCIPTAkannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah MUDAH bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu JANGAN berDUKA cita terhadap apa yang LUPUT dari kamu, dan supaya kamu JANGAN TERLALU GEMBIRA terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah TIDAK MENYUKAI setiap orang yang SOMBONG lagi memBANGGAkan diri,” (QS Al-Hadiid: 22-23)

• 4. BerIMAN bahwa UJIAN adalah untuk mengetahui keBENARan IMAN kita.
”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka diBIARkan (saja) mengatakan: "Kami telah berIMAN", sedang mereka tidak diUJI lagi? Dan sesungguhnya Kami telah mengUJI orang-orang yang SEBELUM mereka, maka sesungguhnya Allah mengeTAHUi orang-orang yang BENAR dan sesungguhnya Dia mengeTAHUi orang-orang yang DUSTA.” (QS Al ’Ankabut : 2-3)

• 5. BerIMAN bahwa disamping MUSIBAH COBAAN yang ada, jauh lebih BANYAK NIKMAT yang Allah berikan, dan kita WAJIB berSYUKUR dan berTAQWA.
”Dan Dia telah memberikan kepadamu (kePERLUanmu) dari SEGALA apa yang kamu MOHONkan kepadanya. Dan jika kamu mengHITUNG NI’MAT Allah, TIDAKlah dapat kamu mengHITUNGnya. Sesungguhnya MANUSIA itu, sangat ZHALIM dan sangat mengINGKARi (ni`mat Allah).” (QS Ibrahim : 34)

”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu berSYUKUR, pasti Kami akan menTAMBAH (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengINGKARi (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya ADZAB-Ku sangat PEDIH". (QS Ibrahim : 7)

Katakanlah: "Siapakah yang memberi RIZKI kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) penDENGARan dan pengLIHATan, dan siapakah yang mengKELUARkan yang HIDUP dari yang MATI dan mengKELUARkan yang MATI dari yang HIDUP dan siapakah yang mengATUR segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "MENGAPA kamu tidak berTAQWA (kepada-Nya)?" (QS Yunus : 31)

• 6. BerIMAN bahwa semua keBAIKan "yang menimpa" kita berasal dari "sisi Allah" dan keBURUKan "yang menimpa" kita adalah disebabkan diri kita sendiri (dari nafs kita sendiri).
”Apa saja NI’MAT yang kamu peroleh adalah DARIi Allah, dan apa saja BENCANA yang menimpamu, maka DARI (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS An Nisa : 79)

” Boleh jadi kamu memBENCI sesuatu, padahal ia AMAT BAIK bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menSUKAi sesuatu, padahal ia AMAT BURUK bagimu; Allah MENGETAHUI, sedang kamu TIDAK MENGETAHUI. " (QS. Al Baqarah: 216)

• 7. BerIMAN bahwa untuk masuk SURGA harus siap menerima UJIAN, dan BESARnya PAHALA tergantung BESARnya UJIAN.
”Apakah KAMU mengKIRA bahwa kamu akan MASUK SURGA ? Padahal belum datang kepadamu COBAAN sebagaimana halnya orang-orang terDAHULU sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh MALAPETAKA dan keSENGSARAan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya perTOLONGan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya perTOLONGan Allah itu AMAT DEKAT.” (QS Al Baqarah :214)

Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang PALING BERAT UJIAN dan COBAANnya?” Nabi Saw menjawab, “Para NABI kemudian yang MENIRU (menyerupai) mereka dan yang MENIRU (menyerupai) mereka. Seseorang diUJI menurut KADAR AGAMAnya. Kalau AGAMAnya TIPIS (lemah) dia diUJI sesuai dengan itu (RINGAN) dan bila IMANnya KOKOH dia diUJI sesuai itu (KERAS). Seorang diUJI terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi BERSIH dari DOSA-DOSA. (HR. Bukhari)

”Seorang hamba memiliki suatu DERAJAT di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan AMAL-AMAL keBAIKannya maka Allah mengUJI dan menCOBAnya agar dia menCAPAI derajat itu.” (HR. Ath-Thabrani)
”Apabila Aku mengUJI hamba-Ku dengan memBUTAkan keDUA MATAnya dan dia berSABAR maka Aku GANTI kedua matanya dengan SURGA. (HR. Ahmad)

”Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian.” (HR. Abu Ya’la)

BERSAMBUNG.....
READ MORE - TIPS agar SABAR dan IKHLAS menerima KENYATAAN (1)

Antara MATA dan HATI

Selasa, 26 Oktober 2010



“MATA adalah panglima HATI.
Hampir semua perasaan dan perilaku awalnya dipicu oleh pandangan MATA.
Bila dibiarkan MATA memandang yang dibenci dan dilarang...
Maka pemiliknya berada ditepi jurang bahaya.
Meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh kedalam jurang.”
(Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin.)

Beliau memberi wasiat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan. Beliau juga mengutip sebuah syair:

“Semua peristiwa besar awalnya adalah MATA.
Lihatlah api besar yang awalnya berasal dari percikan api.”

Hampir sama dengan bunyi syair tersebut, sebagian salafushalih mengatakan:
“Banyak makanan haram yang bisa menghalangi orang melakukan shalat tahajjud dimalam hari.
Banyak pula pandangan kepada yang haram sampai menghalanginya dari membaca kitabullah.”

Sahabat...
Semoga Allah memberikan naungan barakah-Nya kepada kita semua.
Fitnah ujian tak pernah berhenti.
Sangat mungkin, kita kerap mendengar bahkan mengkaji masalah MATA.
Tapi belum tentu kita termasuk dalam kelompok orang yang bisa memelihara MATAnya.
Padahal, seperti diungkapkan oleh Imam Ghazali tadi, orang yang keliru menggunakan pandangan, berarti ia terancam bahaya besar karena MATA adalah pintu paling luas yang bisa memberi banyak pengaruh pada HATI.

Menurut Imam Ibnul Qayyim:
”MATA adalah penuntun,
sementara HATI adalah pendorong dan pengikut.
Yang pertama, MATA memiliki kenikmatan pandangan.
Sedang yang kedua, HATI memiliki kenikmatan pencapaian,
“Dalam dunia nafsu keduanya adalah sekutu yang mesra.
Jika terpuruk dalam kesulitan, maka masing-masing akan saling mencela dan mencerai.”

Sahabat...
Simak juga dialog imajiner yang beliau tulis dalam kitab Raudhatul Muhibbin,
Kata HATI kepada MATA:
"Kaulah yang telah menyeretku pada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan
karena aku mengikutimu beberapa saat saja.
Kau lemparkan kerlingan MATAmu ke taman dan kebun yang tak sehat.
Kau salahi firman Allah, "Hendaklah mereka menahan pandangannya" (QS An Nur: 30/31)

Kau salahi sabda Rasulullah saw,"MEMANDANG wanita adalah PANAH BERACUN dari berbagai macam panah IBLIS.
Barangsiapa meninggalkannya karena TAKUT pada Allah, maka Allah akan memberi balasan IMAN padanya,
yang akan didapati keLEZATan dalam HATInya." (HR.Ahmad)


Tapi MATA berkata kepada HATI:
"Kau zalimi aku sejak awal hingga akhir.
Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin.
Padahal aku hanyalah utusanmu
yang selalu taat dan mengikuti jalan yang engkau tunjukkan.”
Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula. Dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah HATI " (HR. Bukhari dan Muslim).

HATI adalah raja.
Dan seluruh tubuh adalah pasukannya.
Jika rajanya baik maka baik pula pasukannya.
Jika rajanya buruk, buruk pula pasukannya.
Wahai HATI, jika engkau dianugerahi pandangan,
tentu engkau tahu bahwa rusaknya pengikutmu adalah karena kerusakan dirimu,
dan kebaikan mereka adalah kebaikanmu.
Sumber bencana yang menimpamu adalah karena engkau tidak memiliki cinta pada Allah, tidak suka dzikir kepada-Nya, tidak menyukai firman, asma dan sifat-sifatNya.
Allah berfirman, "Sesungguhnya bukan MATA itu yang buta, tetapi yang buta adalah HATI yang ada di dalam dada". (QS.AI-Hajj:46)

Sahabat...,
Banyak sekali kenikmatann yang menjadi buah memelihara MATA.
Coba perhatikan tingkat-tingkat manfaat yang diuraikan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Jawabul Kafi Liman Saala Anid Dawa’i Syafi.

"Memelihara pandangan MATA...
menjamin keBAHAGIAan seorang hamba di dunia dan akhirat.

Memelihara pandangan...
memberi nuansa keDEKATan seorang hamba kepada Allah.

Menahan pandangan...
juga bisa mengKUATkan HATI
dan membuat seseorang lebih merasa BAHAGIA.

Menahan pandangan ...
juga akan mengHALANGi pintu masuk SYAITHAN ke dalam HATI.

Mengosongkan HATI untuk berpikir pada sesuatu yang bermanfaat...
Allah akan meliputinya dengan CAHAYA.
Itu sebabnya, setelah firman-Nya tentang perintah untuk mengendalikan pandangan MATA dari yang haram,
Allah segera menyambungnya dengan ayat tentang "NUR", cahaya.
(Al-Jawabul Kafi, 215-217)

Sahabat...
Perilaku MATA dan HATI adalah sikap tersembunyi yang sulit diketahui oleh orang lain,
kedipan MATA apalagi kecenderungan HATI,
merupakan rahasia diri yang tak diketahui oleh siapapun, kecuali Allah SWT,

"Dia (Allah) mengetahui (pandangan) MATA yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh HATI ". (QS. Al-mukmin:l9).

Itu artinya, memelihara pandangan MATA akan menuntun suasana HATI,
sangat tergantung dengan tingkat keIMANan dan kesadaran penuh akan ‘ilmullah (pengetahuan Allah) .
Pemeliharaan MATA dan HATI, adalah identik dengan tingkat keIMANan seseorang.

Sahabat...
Dalam sebuah hadits dikisahkan,
Pada hari kiamat ada sekelompok orang yang membawa hasanat (kebaikan) yang sangat banyak . Bahkan Rasul menyebutnya, kebaikan itu bak sebuah gunung. Tapi ternyata, Allah SWT tak memandang apa-apa terhadap prestasi kebaikan itu. Allah menjadikan kebaikan itu tak berbobot, seperti debu yang berterbangan. Tak ada artinya. Rasul mengatakan, bahwa kondisi seperi itu adalah karena mereka adalah kelompok manusia yang melakukan kebaikan ketika berada bersama manusia yang lain. Tapi tatkala dalam keadaan sendiri dan tak ada manusia lain yang melihatnya, ia melanggar larangan-larangan Allah. (HR. Ibnu Majah)

Kesendirian, kesepian, kala tak ada orang yang melihat perbuatan salah,
adalah ujian yang akan membuktikan kualitas iman.
Di sinilah peran mengendalikan MATA dan kecondongan HATI termasuk dalam situasi kesendirian,
karena ia menjadi bagian dari suasana yang tak diketahui oleh orang lain,

"Hendaklah Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya.
Jika Engkau tidak melihat-Nya yakinilah bahwa Ia melihatmu".
Begitutulah IHSAN menurut Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam.

Wallahu’alam.
READ MORE - Antara MATA dan HATI

Membangun Pribadi Yang Menyenangkan

Kamis, 14 Oktober 2010



Sahabat ....

Ada seorang sahabat yang menemui seorang pemimpin yang alim, kaya dan sholeh.
Dia orang yang sangat sopan, terkenal menghargai setiap orang dan mempunyai pribadi yang sangat menyenangkan.
Ketika ditanya oleh sahabat tersebut apa TIPS agar dia mempunyai pribadi yang MENYENANGKAN, RENDAH HATI dan DISENANGI banyak orang, pemimpin yang sholeh itu menjawab:

” Saudara , saya SELALU mengHARGAi SETIAP ORANG, siapapun dia, dan saya SELALU mengHARGAi setiap KESEMPATAN”
READ MORE - Membangun Pribadi Yang Menyenangkan

 
 
 
lowongan investasi kerja di internet Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Panduan Rahasia Dropshipping Panduan PPC Panduan Menjadi Blogger malas
Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Panduan Rahasia Dropshipping Panduan PPC Panduan Menjadi Blogger malas lowongan investasi kerja di internet
Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Panduan Rahasia Dropshipping Panduan PPC Panduan Menjadi Blogger malas lowongan investasi kerja di internet
 
Copyright © Blog Mas Darto